Jumat, 15 Mei 2009

MATERI PEKAT (Pelatihan Kaum Awam Terampil)

P E N G A W A L (Pengarahan Awal Bagi Pelayanan Kaum Awam Terampil )
I. Visi dan Tujuan PEKAT (Pelayanan Kaum awam Terampil) Visi PEKAT: Efesus 4 : 11-16 Tujuan Umum :
MEMPERLENGKAPI UMAT TUHAN AGAR TERAMPIL DALAM PEKERJAAN PELAYANAN SESUAI PERTUMBUHAN KE ARAH KRISTUS.
Tujuan Khusus :
1. Memperlengkapi umat dengan pengetahuan Firman Allah yang Alkitabiah. 2. Membentuk karakter pelayan pada umat Tuhan. 3. Memantapkan iman & pengetahuan yg mendasar ttg doktrin, karakter & pelayanan praktis. 4. Mengkondisikan pertumbuhan yang baik bagi umat, sampai menjadi serupa dengan Yesus. 5. Menanam umat Tuhan dalam gereja lokal. 6. Menyediakan kesempatan agar umat berperan aktif dlm pekerjaan Tuhan dlm arti seluas- luasnya. 7. Menghasilkan hamba-hamba Tuhan yg terampil (bahkan sampai sepenuh waktu) alam kelima jawatan. 8. Target/hasil akhir secara umum : UMAT TUHAN YANG TERAMPIL.
II. Prinsip Pengajaran
Baca Yes 8 : 20 keseimbangan harus ada antara pengajaran (pengetahuan, teori, dasar mlayani) dan kesaksian (hal yang telah dialami, dipraktekan, dilakukan, dialami guru kemudian dialami murid agar dapat pula dialami oleh orang lain yang akan dilayani murid itu). Prinsipnya teori dan praktek harus berjalan sejajar bdk Kis 1 : 1 Itu sebabnya murid PEKAT akan menerima pengajaran dengan :
1. INFORMASI : yaitu data-data/materi pengajaran secara tepat, lugas, tuntas, sederhana, dan dapat dimengerti oleh semua lapisan. 2. INTI MATERI : yaitu dalam materi itu ada tekanan-tekanan yang perlu diperhatikan. 3. TARGET MATERI : yaitu apa yang ingin dicapai dalam materi. 4. METHODE MATERI : Penyampaian boleh dengan metodhe bebas (sesuai pimpinan Roh dan style masing-masig guru). 5. KONFIRMASI : yaitu pengajaran harus meneguhkan iman bukan justru membingungkan atau membuat keraguan. Hindari perdebatan dalam kelas. 6. TRANSFORMASI : yaitu pengajaran harus membuat anda mengalami perubahan.
Prinsipnya : Anda tidak boleh kembali ke rumah sama seperti anda datang. Anda harus diubah oleh kuasa Firman dan Roh Kudus. Anda tidak bleh hanya menerima informasi tetapi harus mengalami transformasi atau diubahkan.
Perubahan meliputi : a. Rohani : dari mati menjadi hidup kembali. b. Intelek : dalam pikiran mereka berubah dari tidak tahu menjadi tahu. c. Pola pikir : dalam cara pandang, pola pikir, falsafah, kehidupan (way of life) dari yg salah dan tidak alkitabiah menjadi benar dan alkitabiah. d. Kehendak : dari egois menjadi menyenangkan hati Allah. e. Perasaan : dari emosi daging menjadi perasaan Kristus. f. Karakter : dari tabiat daging menjadi karakter Kristus. g. Tingkah laku : secara lahiriah akibat perubahan batiniah. 7. FORMASI : yaitu kita yg telah diubahkan dibentuk lagi menjadi sesuai dgn apa yg diinginkan. III. Bagaimana Menjadi Murid Yang Sukses
1. Teachable (dapat diajar) ada kemampuan untuk belajar. 2. Tidak suka mengkritik. Mungkin dalam beberapa hal anda lebih tahu atau berpengalaman, atau bahkan anda merasa yg dikemukakan kurang tepat. Jangan mengkritik dan menjatuhkan guru didepan kelas. Tunggulah selesai kelas atau buatlah janji bertemu dan diskusikan dengan pengajar dengan rendah hati. Pertama, anda tidak mempermalukan guru, kedua, anda tidak membingungkan murid lain dan ketiga anda tidak akan dianggap sok tahu/sok pintar. 3. Membuka hati selebar-lebarnya bagi pengajaran. 4. Belajar kepada Roh Kudus disertai doa dan kerinduan. 5. Suka menggali sendiri, carilah & bacalah buku sebanyak-banyaknya khususnya yg sehubung- an dengan meteri pelajaran. 6. Mau mentaati atau melakukan apa yang dipelajari. Praktek adalah kunci kesuksesan. Semua akan tetap tingal di kertas kalau tidak diamalkan. 7. Mau dan rela dikritik, tentu guru yang baik tidak akan mengkritik anda di depan kelas. Namun terimalah semua saran dan kritik dari pengajar, teman sekelas atau gembala anda yg pasti bertujuan untuk kebaikan anda. 8. Bahkan sekalipun yang memberi saran atau kritik dari orang yang lebih muda, yang penting mutiara dalam saran/kritik itu ditemukan entahkah dari mana datangnya.
IV. Kurikulum PEKAT Setelah melewati pergumulan doa maka penulis memperoleh tugas yang jelas untuk menjadi sarana restorasi Ilahi bagi umat Tuhan melalui pengajaran. Dan melalui doa, iluminasi disertai pengalaman mengajar bertahun-tahun diperolehlah kurikulum sesuai Efesus 3:14-21 s.d 4;1-16 dengan 5 (lima) level/tingkatan yaitu : I. Terampil Dasar Efs 3:14-21 kata kunci : DITANAMKAN
Doa Paulus ini menjadi dasar pertumbuhan umat Tuhan. Dalam Terampil Dasar ini ditanamkan doktrin-doktrin Alkitabiah sebagai dasar yang teguh dalam kehidupan kekristenan maupun pelayanan. Dalam hal ini bukanlah doktrin yang mati tetapi doktrin yang diaplikasikan dalam hidup kekristenan sehari-hari.
Ada tiga kelas dalam level ini yaitu : A. Kelas Iman (Faith Class) Efs 3: 17 Dalam kelas ini ditanamkan berbagi hal tentang iman awal sehubungan dengan keselamatan seseorang. Kaitan mata rantai pengajaran :
Mula-mula kita mengenal Alkitab sebagai sumber iman dan rekaman pernyataan Allah yang tertulis. Baru kita bisa mengenal Allah dan pribadiNya, yang lebih diperjelas dengan pengenalan pernyataan tertinggi yaitu Yesus sebagai kunci keselamatan dan sentral iman. Kemudian kita mengenal diri sendiri sebagai manusia (anthropologi) dan mengetahui tentang dosa dan keberdosaan manusia yang tanpa jalan keluar. Tetapi kita menemukan jalan keluarnya dalam soteriologi yang dimateraikan oleh baptisan air. Target umum : murid diselamatkan dan dibaptis air secara selam.
B. Kelas Kasih (Love Class) Efs 3:17c-19 Dalam kelas ini ditanamkan berbagai hal tentang kasih dengan 3 (tiga) sasaran mengasihi : a. Allah : yang dimanifestasikan dengan mengasihi dan menghormati Roh Kudus, di DALAM kita. b. Gereja : sebagai tubuh Yesus di bumi. c. Orang lain, khususnya orang BELUM PERCAYA dengan dimanifestasikan rindu menginjili dan memenangkan jiwa mereka sebagai manifestasi kasih terbesar : penyelamatan. Kaitan mata rantai pengajaran :
Kita mengenal, menghormati dan mengasihi pribadi Roh Kudus, Allah di DALAM kita yang dekat dengan kita, mengalami kepenuhanNya, menerima dan mempraktekan karunia-karunia Roh serta hidup dalam limpahnya buah Roh. Dengan demikian kita dapat mengasihi tubuh Kristus yaitu gereja dan orang lain (misiologi terbatas).
Target umum : Murid dibaptis Roh, mengasihi gereja dan jiwa-jiwa. C. Kelas Harap (Hope Class) Efs 3:20-21 ~pengharapan kemuliaan Dalam kelas ini ditanamkan berbagai pengharapan dunia akan datang (eskhatologi). Kaitan pengajaran : karena kita mengasihi maka kita dapat berharap, khususnya tentang kejadian di akhir zaman dan Pengharapan Maha Bahagia (Second Coming). Target Umum : Murid mengetahui tentang eskhatologi dan berpengharapan di dalamnya. Bandingkanlah dengan Kurikulum paulus I Kor 13:13 II. Terampil Karakter Efs 4:1-6 Kata kunci : DIBENTUK.
Dalam level ini umat diberi dasar-dasar pembentukan karakter agar makin berkarakter baik, agar setelah melayani tidak mudah jath dan dapat menjadi contoh/panutan bagi yang dilayani. Karakter yang dibentuk mulai dari tabiat (sifat) yang didalam (batiniah) yang dimanifestasikan dalam sikap (tingkah laku/tindak tanduk) yang di luar (lahiriah). Dasar dari hal ini adalah II Tim 2:20-21 hanya orang yang berkarakter perak dan emas yang dapat dipakai untuk maksud yang mulia. Dikuduskan, dipandang layak untuk dipakai tuannya dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia. Ada 2 (dua) kelas dalam level ini :
A. Kelas Perak (Silver Class) Kaitan mata rantai pengajaran :
Mula-mula kita mengenal hati Bapa surgawi yang berhubungan dengan pengampunan, menuntaskan kepahitan dan cermin hati pelayan Tuhan. Lalu kita tetap memelihara hubungan terus menerus berjalan dengan Allah, kita dibentuk dalam motivasi dan syarat melayani, akhirnya sikap hidup kita sehari-hari sebagai pelayan.
B. Kelas Emas (Gold Class) Kaitan mata rantai pengajaran:
Mula-mula kita dipulihkan citra diri kita sehingga sesuai dengan citra diri (yang menjadi dasar karakter) yang diingini Allah, lalu kita mengenal etika Kristen dan kesucian. Juga kita bercermin pada karakter Yesus dan diberi pengertian tentang kepemimpinan yang menghamba dan hamba yang memimpin.
Target Utama : murid mempunyai dasar untuk bertumbuh seperti Yesus. III. Terampil Praktek Efs 4:7-14 kata kunci : DIPERLENGKAPI & DIPRAKTEKKAN
Dalam level ini umat yang telah dibentuk itu diperlengkapi dengan tehnik-tehnik pelayanan praktis yang kemudian dipraktekkan dalam lapangan pelayanan pekerjaan Tuhan. Ada 2 kelas yaitu:
A. Kelas Pelayan Pribadi (Personal Ministry) Target umum : Murid dapat berpraktek melayani pelayanan pribadi. B. Kelas Pelayanan Umum (Public Ministry) Target umum : Murid dapat melayani pelayanan bagi jemaat umum. IV. Terampil Advance/Lanjutan Efs 4;13-15 kata kunci : DIDEWASAKAN
Dalam level ini dasar yang diberikan dalam 3 level terdahulu diperdalam dan dikembangkan melalui seminar-seminar singkat (2-3 hari) baik untuk umum atau murid. Yang diseminarkan juga tidak semua pokok, hanya pokok-pokok pilihan yang diperkirakan menarik atau yang membingungkan umat(hingga perlu diperdalam). Pada prinsipnya murid didewasakan. Saat ini pokok-pokok seminar belum ditentukan, sedang didoakan terus.
Contoh : 1. Invalibilitas Alkitab, sejauh mana? 2. Trinitas : Tiga tetapi satu, satu tetapi tiga, bagaimana? 3. Dwisensi Kristus : Manusia dan Allah, bagaimana? V. Pemikat – Perjalanan Murid Ikatan Keluarga Allah secara Tetap Efs 4:16 Kata kunci : DITEMPATKAN, DITEGUHKAN & DIKEMBANGKAN
Dalam level ini murid-murid yang memang anggota gereja kerjasama ditempatkan sebagai pekerja gereja, diteguhkan memegang jabatan dalam gereja itu dan dikembangkan sampai ada di antara mereka yang menjadi diaken/majelis/team penggembalaan. Saat ini belum disusun kurikulumnya, sedang didoakan.
Contoh bahan pemikiran untuk kurikulum : - Perjanjian Hidup Berjemaat - Visi gereja—Universal?—lokal? - Tanggung jawab berjemaat, tanggung jawab pastoral. - Kasih sejati. - Prinsip Pendelegasian(management). - Sistem Tudung dan Tiang Penyangga. - Lima Jawatan Rohani, dll.
LEVEL I
TERAMPIL DASAR I KELAS IMAN BAB I. ALKITAB/BIBLIOLOGI
METHODE : BEBAS (sesuai pimpinan Roh Kudus) Target : 1. Pengenalan Alkitab secara singkat. 2. Murid percaya dan mengalami cara pewahyuan Alkitab. 3. Murid percaya & mengalami bahwa Alkitab adalah Firman Allah yg tanpa salah dan berkuasa. 4. Murid setia bersaat teduh. Pendahuluan : Baca Ulangan 29:29 1. Untuk kenal Tuhan dan keselamatanNya kita perlu pernyataan, tak dapat kita kenal sendiri. 2. Alkitab adalah pernyataan Allah dan keselamatan yang kita perlukan, kita perlu Alkitab. A. Pengenalan Alkitab
Kata Alkitab berasal dari bahasa Arab yang dalam bahasa Inggris bibel, berasal dari kata Yunani Biblios, yang berarti buku atau kitab. Jadi, Alkitab berarti buku (ilahi). Terdiri dari 2 bagian yg disebut perjanjian lama yg terdiri dari 39 kitab yang ditulis dalam bahasa Aram dan sebagian bahasa Ibrani dan perjanjian baru yg terdiri dari 27 kitab yg ditulis dalam bahasa Yunani koine. PL berisi panggilan dan tuntunan Allah dalam sejarah bangsa Israel dan nubuatan tentang mesias yg dijanjikan.
PL terdiri dari : (Hukum 5 : 12 : 5 : 5 : 12) Pentateukh : Kejadian, Keluaran,Imamat, Bilangan, Ulangan Kitab Sejarah : Yosua, Hakim-hakim, Ruth, 1&2 Samuel, 1&2 Raja-raja, 1&2 Tawarikh, Ezra, Nehemia, Ester. Kitab Syair : Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, Kidung Agung. Nabi Besar : Yesaya, Yeremia, Ratapan, Yehezkiel, Daniel. Nabi Kecil : Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakharia, Maleakhi.
PB berisi keselamatan di dalam Yesus Kristus dan bagaimana manusia dapat memperoleh dan memeliharanya sebagai orang percaya.
PB terdiri dari : (Hukum 4 : 1 : 14 : 7 : 1) Injil : Matius, Markus, Lukas, Yohanes. Kitab Sejarah : Kiha Para Rasul Surat Paulus : Roma, 1&2 Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, 1&2 Tesalonika, 1&2 Timotius, Titus, Filemon (Ibrani). Surat Umum : Yakobus, 1&2 Petrus, 1-2&3 Yohanes, Yudas. Kitab Nubuat : Wahyu Pengarang Alkitab adalah Roh Kudus ditulis + 40 orang selama + 1600 tahun. Beberapa penulis Alkitab adalah: 2 raja : Daud dan Salomo 2 imam : Yeremia dan Yehezkiel 1 dokter : Lukas 2 nelayan : Petrus dan Yohanes, dll. Tetapi tetap ada kesatuan tanpa ada pertentangan maksud dan tujuan IKC : permainan pendengaran B. Pengertian Pewahyuan, Inspirasi dan Iluminasi (Bagaimana Firman Allah sampai kpd kita?) 1. Pewahyuan (Revelation) – Baca Ayub 11:7
Wahyu adalah tindakan Allah menyatakan kebenaranNya kepada manusia, jika tidak, kebenaran tersebut tidak akan diketahui manusia dengan daya atau usahanya sendiri. Pewahyuan ini dimaksudkan bagi seluruh umat manusia Ul 29:29. Wahyu ini ada 2 jenis: wahyu umum dan wahyu khusus puncak wahyu khusus adalah Tuhan Yesus Kristus Alkitab merupakan rekaman/catatan pewahyuan atau wahyu yang tertulis.
2. Insipirasi
Insipirasi atau pengilhaman adalah pekerjaan Allah melalui Roh KudusNya mengkomunikasikan penyataan kebenaran itu dalam bahasa manusia, dgn cara menggerakkan, menguasai, dan memimpin beberapa orang untuk menulis tulisan-tulisan Alkitab yang dikehendakiNya tanpa salah. II Tim 3:16 kata diilhamkan = Theopneustos = dinafaskan oleh Allah (All scipture is God breathed). Jadi setiap tulisan kitab diberi nafas Allah sehingga sanggup menghidupkan & memberi pengertian Ayub 32:8.
3. Iluminasi
Adalah pekerjaan Roh Kudus menerangi batin manusia yang menjadi Anak Allah supaya dapat mengerti maksud perkataan-perkataan Alkitab dalam implikasi dan aplikasi kehidupan sehari-hari.

Tidak ada komentar: