Rabu, 03 Juni 2009

Siapakah Kristus?

Siapakah Kristus
Secara lahiriah, Yesus tidak berbeda dengan manusia lainnya. Ia dilahirkan oleh seorang perempuan, dibesarkan di desa, dan berkata-kata dalam bahasa manusia. Ia tidak memiliki hal yang begitu hebat sehingga kita harus memikirkan Dia sedalam-dalamnya. Namun, selain menjadi batu sandungan bagi banyak orang, kemanusiaan Yesus ini juga menimbulkan daya tarik dan tanda tanya yang mengagumkan sekaligus memusingkan banyak orang.
Jika kita berbicara dan berpikir tentang Kristus, maka kita harus kembali pada satu waktu di mana Kristus menuntut manusia memberikan penilaian tentang diri-Nya. Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya, "Menurut orang-orang, siapakah Aku?" Kalimat ini merupakan kalimat yang sering kita tanyakan kepada diri kita sendiri. Setiap orang juga pasti pernah mempunyai pertanyaan seperti itu dalam dirinya. Dalam pertanyaan "siapakah saya?" terkandung tiga pertanyaan kecil.
A. SIAPA YANG BERTANYA?
Pertanyaan ini menimbulkan satu kesulitan karena adanya percampuran subjek dengan objek. Saat kita menanyakan siapakah diri kita, ada sesuatu yang tidak bisa dianalisa dengan jelas karena yang bertanya adalah yang ditanya; yang ingin mengetahui adalah yang ingin diketahui; yang diketahui adalah yang tidak diketahui dan yang ingin mengetahui sedang menanyakan tentang apa yang sedang diketahuinya. Ini merupakan suatu pertanyaan yang tidak mungkin dibereskan oleh manusia itu sendiri. Pada waktu Tuhan Yesus menanyakan hal tersebut, Ia bukan menanyakan hal itu kepada diri-Nya sendiri, tetapi kepada pengikut-pengikut-Nya yang sudah sekian lama melihat penyataan Kristus. Dialah yang memberikan penyataan kepada manusia dan diri-Nyalah yangdinyatakan. Dialah pewahyu sekaligus inti dari wahyu tersebut, yang mewahyukan diri-Nya kepada manusia.
Waktu murid-murid-Nya secara mendadak menerima pertanyaan ini, mau tidak mau mereka harus mempertang-gungjawabkan pemikiran mereka tentang Kristus. Momen seperti ini tidak bisa diciptakan manusia, tetapi diberikan oleh Tuhan. Sebagai orang Kristen, apakah setelah mendengar khotbah bertahun-tahun, membaca Kitab Suci, dibaptiskan dan menjadi orang Kristen sekian lama, kita sudah dapat menjawab pertanyaan tentang siapakah Kristus? Siapakah Dia? Murid-murid Yesus mulai memberikan evaluasi tentang Kristus kepada Dia yang menuntut evaluasi. Dari gudang pikiran mereka, mulailah timbul jawaban2; mereka mulai memikirkan kembali tentang siapakah Kristus. Ada yang menjawab bahwa Dia adalah seorang nabi; seorang nabiyang besar; yang lain menjawab bahwa Dia adalah Yeremia[1]. Yesus dinilai sebagai Yeremia karena dalam zaman yang sedang dilandakesedihan, Ia mempunyai tangisan dan perasaan yang sama dengan seluruh zaman. Yang lain menjawab bahwa Ia adalah Yohanes Pembaptis yang bangkit dari kematian. Orang-orang itu menganggap bahwa kuasa Tuhanyang begitu besar dinyatakan-Nya dengan membangkitkan Yohanes Pembaptis yang sudah dibunuh oleh Raja Herodes. Dan Yohanes Pembaptis yang bangkit kembali itu adalah Yesus. Yang lain lagi menjawab bahwa Yesus adalah nabi yang pernah disebutkan Musa "barangsiapa yg mendengarkan Dia, akan hidup, tetapi barangsiapa tidak mendengarkanDia akan binasa". Semua penilaian zaman itu diberikan kepada Yesus Kristus dalam waktu tidak lebih dari tiga setengah tahun. Yesus telah melakukan begitu banyak hal. Ia menyembuhkan, mengajar, dan membuktikan bahwa Dialah Allah yang berkuasa yang diutus ke dunia. Lalu pada waktu semua sudah memberikan penilaian-penilaiannya, Yesus tidak menanggapi apa-apa, tapi Ia mendorong lagi dengan satu kalimat, "Menurutmu, siapakah Aku?"[2] Pertanyaan ini penting karena bila kita memiliki pengenalan pribadi tentang Kristus berdasarkan firman Tuhan, barulah kita mempunyai kekuatan yang cukup untuk bersaksi bagi Dia. Apakah Kristus itu sekadar dokter yang paling mujarab? Apakah Kristus itu hakim yang keras? Mak comblang yang mencarikan jodoh bagi orang-orang muda? Ahli sulap yang membuat Anda kaya? Apakah Kristus itu sekadar pemuas emosi yang kita peroleh melalui kebaktian-kebaktian doa dan puji-pujian? Jika Anda mengetahui jawaban-jawaban yang diberikan oleh orang-orangKristen di Indonesia, maka Anda akan mengetahui betapa simpang-siurnya kekristenan pada zaman ini.
B. KEPADA SIAPA PERTANYAAN ITU DIAJUKAN?
Pernahkah Anda memikirkan dengan baik tentang siapakah Kristus? Apakah artinya mengikut Kristus? Apakah artinya menjadi orang Kristen? Bukankah di Indonesia ada lebih banyak orang yang bukan Kristendaripada orang Kristen? Bukankah ada banyak agama-agama lain di Indonesia? Mengapa Anda menjadi orang Kristen? Yesus tidak menolak ataupun menghina jawaban dari dunia akademis tentang siapakah diri-Nya. Ia tahu apakah Anda memiliki penilaian-penilaian yang bersifat otoritatif. Tetapi Ia menuntut Anda secara pribadi untuk berakar,mempunyai iman yang sungguh-sungguh, dan mengenal-Nya dengan benar. Pada waktu Yesus menantang dengan pertanyaan demikian, maka seolah-olah semua murid-Nya tidak mempunyai jawaban. Tetapi ada satu murid yang menjawab dengan tegas, "Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup." Kalimat ini keluar dari mulut Petrus. Inilah suatu pengakuan iman pertama dalam sejarah gereja. Petruslah orang pertama yang mengakutentang siapakah Yesus di hadapan orang banyak. Tidaklah mudah bagi Petrus untuk menyimpulkan dan mengatakan pengertiannya tentang siapakah Kristus. Ia bukanlah orang yang memiliki latar belakangpendidikan yang tinggi, juga bukan pengikut dari ahli-ahli Taurat yang belajar Perjanjian Lama dengan ketat, tapi dia hanyalah seorang nelayan. Seorang rakyat jelata yang mendengar bahwa seorang nabi telah muncul. Jadi selain menangkap ikan, Petrus juga mengikuti dan mendengarkan khotbah-khotbah Yohanes Pembaptis. Rupanya Petrus memperhatikan bahwa Yohanes Pembaptis membawa berita yang berfokuskan pada firman Allah, yaitu tentang kedatangan Kristus. Kedatangan Kristus adalah sumber pengharapan bangsa Israel sehingga mereka berdoa siang malam memohon kedatangan Mesias. Konsep bangsa Israel tentang Kristus pada masa itu adalah konsep yang sudah dibatasi oleh persepsi selektif. Pada waktu Petrus mengikut Yohanes Pembaptis, ia melihat perbedaan antara Yohanes dengan para ahli Taurat dan yang lainnya yang juga mengajarkan tentang kedatangan Kristus yang pertama. Ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi juga belajar tentang Kristus yang akan datang. Tetapi pada waktumengajarkan tentang Kristus, pengajaran mereka dibatasi oleh persepsi selektif yang begitu sempit dan subjektif. Mereka tidak mau mengenal Allah melalui apa yang sudah diberikan Allah. Mereka tidak mau mengenal Kristus melalui wahyu yang sudah diberikan mengenai Dia.Mereka anya memilih bagian-bagian yang cocok dengan apa yang mereka inginkan. Pada zaman sekarang juga ada begitu banyak orang yang tidak mau mengenal Kristus yang tersalib, tapi hanya mau Kristus yangmenyembuhkan; mereka tidak mau mengenal Kristus yang menderita tetapi hanya mau Kristus yang memberikan kekayaan.Orang Yahudi terdampar dan dibuang oleh Tuhan karena mereka tidak mencapai fokus Kristologi dari seluruh Kitab Suci. Di dalam Perjanjian Lama Allah sudah berjanji bahwa Kristus akan datang, lahir di kotaBethlehem, dijual seharga 30 keping perak, menderita, dipaku di atas kayu salib, bahkan kedua tangan dan kaki-Nya akan ditusuk tanpa satutulang pun dari tubuh-Nya yang akan patah. Semua ditulis dengan begitu jelas. Lalu pada aspek yang lain Alkitab menulis juga bahwa Kristus akan menjadi Raja, dan seluruh kuasa akan berada di atas bahu-Nya dankuasa-Nya lebih besar daripada siapa pun. Dia akan melenyapkan kuasa musuh, membangun kembali kerajaan Israel, membalas dendam kepada mereka yang menginjak-injak kehormatan bani Israel; Kristus yangmenang, yang memberikan keadilan, menegakkan satu sistem dan ordo politik dan militer yang baru di dalam dunia.Pada waktu ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi mempelajari Perjanjian Lama, mereka mempelajarinya dengan satu persepsiselektif[3] yang sudah menjadi kaku dan keras dalam hati mereka sehingga mereka menilai nubuat-nubuat mengenai Kristus yang dihina,dipaku dan tidak memiliki kemuliaan lahiriah sebagai hal-hal yangtidak benar. Mereka berdoa memohon kedatangan Kristus yang membalas dendam kepada orang- orang Romawi yang menjajah bangsa Yahudi sertayang akan mencuci noda sejarah bangsa Israel yang dijajah. Orang-orang Yahudi umumnya memohonkan kedatangan Kristus yang akan membawa bangsa Yahudi ke dalam zaman keemasan yang dulu pernah mereka capai dalammasa pemerintahan Daud. Doa-doa mereka dipengaruhi oleh persepsi selektif atas Kristologi yang sudah dicemarkan oleh keinginan dunia dan tidak lagi berfokus kepada Kristus dan salib-Nya.Petrus adalah murid dari Yohanes Pembaptis sebelum ia mengenal Yesus. Ia tidak tertarik oleh kedatangan Mesias seperti yang diajarkan olehahli-ahli Taurat dengan persepsi selektifnya yang subjektif. Tetapi ia tertarik dengan pengajaran Kristologi yang benar, yang lengkap,menyeluruh, dan harmonis. Pada waktu Adam makan buah pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat,maka Allah membunuh binatang-binatang dan mengajarkan kepada Adambahwa tanpa ada pengaliran darah, tidak ada pengampunan bagi manusia. Yohanes Pembaptis melihat dengan jelas bahwa Yesus Kristus adalahDomba Allah yang dijanjikan itu, yang menjadi korban pengganti manusia. Yohanes menyerukan, "Lihatlah anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia!" Jadi semua khotbah yang muluk-muluk dan yang sudahdiseleksi oleh para ahli tidak masuk ke telinga Petrus; khotbah yang berfokus kepada Kristus yang akan mati mengganti dosa umat manusialangsung masuk ke dalam hati dan pikiran Petrus. Itulah sebabnya padawaktu Yesus Kristus menanyakan tentang siapakah diri-Nya, Petrus langsung menjawab dengan tepat, "Engkaulah Kristus, Anak Allah yanghidup!" Pengakuan iman yang akurat dan dinamis yang pertama di dalam sejarah telah diucapkannya. Hari itu Yesus langsung menjawab Petrus dengan satu kalimat, "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus, karena apa yang kamu katakan itu bukan berasal dari manusia tetapi dari Bapa-Ku yan ada di surga."Yesus tidak pernah meremehkan doktrin-doktrin yang benar yang membuat Anda menyatakan pengakuan iman yang sungguh-sungguh berasal dari pengenalan yang benar yang merupakan sari dan kristalisasi tentang Dia. Bukan saja tidak meremehkan bahkan Kristus mengonfirmasikan bahwa hal itu bukan berasal dari manusia, tetapi dari Allah. Pada saat itujuga Kristus memberikan wahyu selanjutnya yang kedua yaitu mulai berdirinya gereja.
C. BERTANYA TENTANG APA?
Sekarang marilah kita memperhatikan beberapa hal berikut ini. Gereja yang tidak mempunyai pengakuan iman tidak seharusnya berdiri sebagai gereja. Tidak seharusnya gereja berdiri hanya karena membawaorang beramai-ramai ikut kebaktian, tetapi tidak tahu apa yang akan didirikan. Kristus tak pernah mengatakan sebelumnya tentang ekklesia sampai Petrus mengeluarkan pengakuan iman yang benar itu. Gereja harusmempunyai pengakuan iman yang berfokus kepada Kristus. Jikalau gereja tidak mengaku Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, namun hanyaberfokus kepada-Nya sebagai sumber kepercayaan, maka gereja itu padasuatu hari harus menutup pintunya sendiri. Bukankah pada saat ini begitu banyak orang mengakui Yesus? Tetapi sebagai apakah Yesus itudiakui? Sebagai pembagi rotikah? Sebagai pemberi berkatkah? Sumber anugerahkah? Tabibkah? Atau satu-satunya Juruselamat yang diutus Allah ke dalam dunia? Pada waktu Petrus mengatakan, "Engkaulah Mesias, Anak Allah yang hidup!" kita dapat memahami hal itu dalam pengertian sejarah dan suprasejarah yang difokuskan menjadi satu. Sepanjang sejarah, Kristus adalah yang dinanti-nantikan oleh umat manusia sepanjang zaman.Berarti pada titik kedatangan Kristus, apa yang diharapkan manusia dari zaman ke zaman sudah konkrit. Titik kedatangan Kristus juga berkait dengan kekekalan. Kristus yang datang ke dalam sejarah adalahKristus yang berada dalam kekekalan yang melampaui sejarah. Pengharapan ini adalah suatu pengharapan sejati seluruh umat manusia,bukan hanya pengharapan dari bangsa Israel saja. Kekekalan dan kesementaraan hanya mempunyai satu titik kontak yaitu inkarnasi. Kita semua berada di dalam dunia yang bersifat sementara sedangkanAllah berada di surga yang bersifat kekal. Agama-agama lain begitu takut dan gentar kepada Allah karena mereka mengetahui bahwa yangsementara tidak mungkin mencapai yang kekal, tetapi yang kekal itu mungkin memberikan kemurahan kepada manusia. Namun, kemurahan itu belum dipastikan sehingga mereka hanya dapat berkata, "Mudah-mudahandapat tempat yang baik di sisi Tuhan." Hal ini terjadi karena titik kontak itu tidak ada. Mengakui adanya Allah tidak berarti bahwamanusia pasti menikmati keberadaan-Nya. Tidak mengakui adanya Allah, tidak berarti bahwa manusia bisa meniadakan keberadaan-Nya. Mengakui adanya Allah dengan menikmati keberadaan Allah itu sama sekaliberbeda.Perbedaannya terletak pada adanya titik kontak antara yang sementara dan yang kekal itu. Dan Kristus berada di titik kontak itu. Manusia dicipta di tengah-tengah dua wilayah yaitu wilayah yangkelihatan dan wilayah yang tidak kelihatan. Dalam wilayah yang kelihatan, manusia harus menerima segala sesuatu yang meneruskankeberadaannya di dalam alam materi, alam yang lebih rendah dari manusia itu sendiri. Tuhan Yesus berkata, "Manusia hidup bukan hanya bersandarkan roti saja, melainkan kepada setiap perkataan yang keluar dari mulut Allah." Wilayah kedua, adalah wilayah yang tidak bisa dilihat oleh manusia. Jadi, Allah mencipta dan menempatkan manusiauntuk hidup sekaligus dalam dua dunia yang bersifat berbeda secara kualitas. Kaum komunis yang hanya mengakui keberadaan dunia materi akhirnya akan hancur sendiri. Demikian pula orang-orang yang hanya mengakui dunia spiritual seperti penganut-penganut ajaran mistik, akan hidup menjadi schizoprenis sehingga terlepas dari kebutuhan dankesaksian sebagai wakil Tuhan di dalam dunia materi. Di dalam dunia materi yang tercampur dengan dunia spiritual ini, mau tidak mau kita harus mengakui terputusnya hubungan antara manusia dengan dunia yangtidak kelihatan sebagai akibat dosa. Hal ini tercantum dalam kitab Yes. 59:1,2. Dosa merupakan pemisah antara kita dan Pencipta danSumber hidup kita. Orang bisa menjadi kaya tanpa merasa sejahtera. Orang bisa mempunyaibanyak uang tanpa mempunyai pengharapan. Orang boleh mempunyai kenikmatan dunia sebanyak mungkin, tapi tidak akan mempunyai kepuasan hidup sebab manusia sudah terpisah dari Allah. Manusia berusahamencari titik kontak antara kesementaraan dan kekekalan, dan mereka mencarinya di dalam dirinya sendiri, di dalam agama, di dalamnabi-nabi dan pengajar-pengajar yang akhirnya juga mati dengan sendirinya. Ketidakmungkinan merajalela sehingga manusia mati dalam kekecewaan dan keputusasaan tanpa memiliki pengharapan apa pun. Merekamati dan tidak tahu mau ke mana. Karena Tuhan mengasihi manusia, Ia menurunkan satu titik kontak; titik kontak ini bersumber dari atas kebawah dan mengakibatkan inkarnasi. Inkarnasi berarti Tuhan menjadidaging; Tuhan yang tidak kelihatan sekarang bisa dilihat; Allah menyatakan diri dalam tubuh dan hidup sebagai manusia. Inilah fokus dari Kristologi. Melalui iman Petrus sudah mencapai pengertian yang jelas tentang pertemuan dua dunia, antara yang kekal dan yang sementara. Inilah kristalisasi iman Kristen yang benar. Kalau kita mempunyai pengenalan Kristologi seperti ini, kita tidak akan terjerumus seperti orang yang tidak mengenal Kristus. Kalau orang lain mengenal Kristus hanyasebagai pengubah moral, sosiolog yang besar, revolusionis dalam politik, pemimpin agama yang paling jenius, maka semua itu menjadi nihil pada akhirnya. Petrus berkata, "You are The Christ, The Son of The Living God." Istilah "are" berarti istilah yang menunjukkan kejadian yang terjadi sekarang, secara nyata dan jelas. Dengankedatangan Kristus, kita tidak perlu lagi kembali kepada satu pengharapan yang hari depannya tidak diketahui dengan pasti, yang secara abstrak ditunggu-tunggu oleh orang-orang yang tidak mengenal Yesus Kristus. Kata "The Son of The Living God", menunjukkan bahwa Yesus berasal dari dunia yang tidak kelihatan, dunia kekekalan dansekarang Ia ada dan berwujud dalam dunia yang kelihatan, dunia sejarah. Inilah berkat terbesar di mana manusia boleh bertemu dengan Tuhan yang begitu prihatin kepada umat manusia.Sebenarnya, sebelum Petrus mengatakan hal itu, ada perkataan yang mirip yang keluar dari mulut seorang bernama Simeon kepada YesusKristus, kira-kira tiga puluh tahun sebelumnya. Simeon yg saat itu menggendong Yesus Kristus yang masih bayi, berkata, "Ya Allah, lepaskanlah kini hamba-Mu ke dalam damai karena hari ini dengan mataku sendiri, aku sudah melihat keselamatan yang dari pada-Mu." Kalimat itu merupakan kalimat yang agung karena sudah diurapi oleh Roh Kudus dan keluar dari bibir seseorang dengan begitu tepat, "Aku sudah melihat keselamatan yang dari pada-Mu."Keberadaan Kristus dalam sejarah merupakan suatu realisasi dari keselamatan yang dikaruniakan kepada manusia. Maka Tuhan Yesusberkata, "Di atas batu karang ini Aku akan mendirikan gereja-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya." Apakah artinya istilah batu karang? Orang-orang Katolik mengatakan bahwa istilah itu dikenakankepada Petrus. Pengertian semacam ini tidak benar karena jika demikian, maka seluruh pemberitaan Kitab Suci harus mengubah arahnya karena seluruh Kitab Suci tidak pernah menyebut bahwa gereja didirikan di atas Petrus. Satu ayat pun tidak ada yang menunjang kalimat dari pengakuan iman Katolik tentang hal ini. Kitab Suci mengatakan bahwa gereja didirikan di atas nabi dan rasul, dan bentuk kata yang digunakan adalah bentuk yang jamak, bukan tunggal, nabi-nabi dan rasul-rasul, bukan hanya di atas Petrus. Istilah nabi-nabi dan rasul-rasul merupakan istilah yang menerangkan bahwa nabi-nabi mewakili Perjanjian Lama dan rasul-rasul mewakili Perjanjian Baru. Firman Tuhan dalam Perjanjian Lama dan dalam Perjanjian Baru itulah yang menjadi fondasi berdirinya gereja. Tapi inipun belum mencapai finalnya karena Alkitab mengatakan bahwa gereja didirikan di atas Batu Karang yang tidak pernah berubah. Siapakah Dia? Dialah Yesus Kristus. Gereja didirikan di atas para nabi dan para rasul. Ini berarti bahwa gereja yang benar, berdiri di atas kepercayaan pada Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru; dan isi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru difokuskan kepada Kristus. Tuhan tidak mengatakan bahwa Petruslah satu-satunya yang menjadi fondasi didirikannya gereja; tak pernah demikian. Kita menolak penafsiran demikian, tapi kita menerima kesaksian Kitab Suci yang mengatakan bahwa Petrus adalah nama baru yang diberikan Tuhan Yesus kepadanya. Yesus adalah Kristus di dalam sejarah dan Anak Allah dalam supra-sejarah. Iman menjelajah kedua wilayah, terlepas dari dunia yang kelihatan. Kita juga menikmati sekaligus dunia yang tidak kelihatan karena kita berada di dalam Kristus.
Catatan kaki:
  1. Yeremia adalah seorang nabi yang penuh dengan perasaan cinta kasih kepada orang-orang yang perlu dikasihani dan ia juga penuh dengan kesedihan dan prihatin. Jadi mereka berpendapat bahwa Yesus adalah orang penuh dengan prihatin dan penuh dengan belas kasihan. Di dalam Kitab Suci dicatat ada sepuluh kali Yesus "jatuh hati oleh belas kasihan" (compassion); Dia sehati dengan mereka yang menangis, dengan mereka yang membutuhkan, dengan mereka yang sedih.
  2. Saya sangat tertarik dengan pertanyaan ini karena ada begitu banyak pemuda-pemudi yang belajar Kristologi, belajar tentang Tuhan, tetapi tidak belajar dari Tuhan sendiri melainkan belajar dari orang-orang lain tentang Tuhan. Cara mereka menerangkan Tuhan adalah dengan mengutip pandangan Kristus menurut Karl Barth, Emille Brunner, Rudolf Bultmann, Jurgen Moltmann, Wolfhart Panennberg, dsb. Tetapi jika ditanya tentang Kristus berdasarkan pengertian pribadi mereka, ternyata mereka melarikan diri dari tanggung jawab kepercayaan mereka.
  3. Tukang parkir tidak memperhatikan suara apa pun yang masuk ke telinganya selain dari bunyi mobil yang baru distarter. Setiap suara yang masuk ke telinga disaringnya. Tapi hanya suara mobil yang baru distarter yang membuatnya bereaksi untuk menagih uang parkir. Konsep penyaringan seperti itulah yang kita sebut sebagai persepsi selektif.

Bahan di atas diambil dan diedit dari sumber:

Judul Buku:Siapakah Kristus? Sifat dan Karya Kristus
Penulis:Pdt. Dr. Stephen Tong
Penerbit:Lembaga Reformed Injili Indonesia, Jakarta, 2002
Halaman:11 - 21

Tidak ada komentar: