Selasa, 20 April 2010

Kematian Yesus Memberi Kehidupan Baru

Kematian Yesus Memberi Kehidupan Baru

Peristiwa kematian yg dialami oleh umat manusia sebenarnya sesuatu yg sangat alamiah. Sejak awal kehidupan dan peradabannya, umat manusia telah mengenal peristiwa kematian sebagai bagian yg sangat integral dari kehidupan ini. Kita semua telah mengalami kelahiran, proses pertumbuhan dan perjuangan, lalu kita satu demi satu akan mengakhiri kehidupan ini dengan peristiwa kematian. Karena itu semua tokoh sejarah tanpa terkecuali telah mengalami peristiwa kematian, siapapun dia apakah Albert Eistein, James Watt, Thomas Alfa Edision, Soekarno, Soeharto, bahkan soehartono suatu saat kelak.

Jadi mengapa kita harus selalu merayakan kematian Yesus Kristus dari Nazaret?

Ayat Nats :"Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yg hidup tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetap untuk Dia, yang telah mati dan telah bangkit untuk mereka" (2 Kor 5 : 15)

Surat R. Paulus kpd jemaat di Korintus secara khusus (2 Kor 5 : 14-21) menjelaskan arti kematian Yesus di kayu salib, karena Kasih Kristus yg telah menguasai/mendesak . ("Sunecho"= menekan, mendorong) dan rasul Paulus telah memberikan alasan-alasan Kasih Kristus yg telah menguasai/mendesaknya.

1. Jika Kristus tidak mati bagi kita maka kita mati dalam hukuman, dalam dosa, dalam pelanggaran, dalam kerohanian kita dan disambung dengan kematian kekal. Ini adalah keadaan yg sangat menyedihkan dan akan selalu dalam keadaan yg sangat mengerikan.

2. Apa yg akan kita perbuat bagi Kristus yg telah mati bagi kita? Kita harus hidup bagi Dia!

Jadi, Kematian Kristus telah melepaskan kita, dari kematian kekal dan kebangkitanNya mendatangkan kehidupan baru dan kekal bagi kita. Kematian Kristus mempunyai pengertian ganda, yaitu:

1. Ia telah mati untuk kita (Rm 5 : 6-8 ; 2 Kor 5: 21). Pada waktu Kristus mati untuk menggantikan kita, maka keadilan Allah dinyatakan dan kita dibenarkan.

2. Kita telah mati bersama Kristus (Rm 6 : 8 ). Pada waktu kita mati bersama Kristus, maka itulah yg menjadi dasar kekudusan. Kita harus memandang diri kita telah mati bagi dosa, tetap hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. (Rm 6 : 11 ; Gal 2 : 20)

Dan dari pengertian ganda Kematian Kristus tersebut, rasul Paulus telah memberikan 3 akibat yaitu:

1. PENDAMAIAN

"Dan semuanya ini dari Allah, yg dgn perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dgn diriNya....... Sebab Allah mendamaikan dunia dgn diriNya oleh Kristus dgn tidak memperhitungkan pelanggaran mereka..." (2 Kor 5 : 18a ; 19a)

Manusia telah berdosa terhadap Allah. Bukan krn dosa2nya yg kecil / besar, tetapi dosa2nya merupakan kedurhakaan terhadap Allah. Kedurhakaan itu menyebabkan kita berseteru dgn Allah. Agar kedua belah pihak dapat berdamai, dasar perseteruan, yaitu dosa, harus dicabut dan dibuang. Teologia penebusan dosa dgn pencurahan darah telah dipraktekkan dalam kehidupan iman umat Israel sejak awal. Setiap umat yg berdosa untuk pengampunan dosanya wajiblah dia membawa korban penghapus dosa (asyam) atau korban penebus salah (hattath). Lihat Imamat 7:1-2, bandingkan dengan (Ibrani 9:22).

Karena Allah adalah adil dan benar. Dia harus membenci dan menghukum dosa. Sebab itu Allah bertindak lebih dulu. Allah senantiasa mengasihi kita dan penuh rakhmat. Tetapi, keadilanNya harus ditunjukkanNya. (Rm 3 : 26). KeadilanNya menuntut hukuman atas dosa. Oleh karena itu, Allah dengan kasihNya telah mengaruniakan AnakNya menjadi korban pendamaian bagi dosa-dosa kita. (Rm 3 : 25 ; Kol 1 : 20 ; I Yoh 2 : 2, 4, 10). Allah telah membuka jalan agar kita dapat diperdamaikan dengan Dia. Allah telah menghukum AnakNya di kayu salib karena dosa-dosa kita. PengorbanNya telah memmbuka jalan agar kita diperdamaikan dengan Allah sebab perseteruan karena dosa kita telah dicabut.

Allah telah membuka jalan agar kita diperdamaikan dengan diriNya oleh kematian Kristus Yesus di kayu salib untuk menggantikan kita. Tetapi pendamaian berkuasa dan berlaku bagi kita menurut sikap kita.

Penting sekali kita mengerti bahwa Allah tak perlu memperdamaikan diriNya dengan kita, melainkan kita harus memperdamaikan diri kita dengan Allah. Kematian Kristus di kayu salib adalah atas nama kita atau rekening kita. Harga pendamaian kita tidak lain adalah darah Kristus. Tetapi, ependamaian itu menuntut tindakan dari kita, yaitu percaya bahwa Kristus adalah pendamaian itu. Menyambut Dia ke dalam hati kita sebagai Juruselamat.

2. PEMBARUAN HIDUP

"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang" (2 Kor 5 : 17)

Soal yang paling penting ialah "di dalam Kristus". Bagaimana caranya seseorang ada di dalam Kristus? Setiap orang yang lahir di dalam dunia ini, ada di "luar Kristus", karena semua orang telah berdosa. Bagaimana caranya seseorang berpindah dari keadaan "di luar Kristus" kepada keadaan " ada di dalam Kristus?". Ia harus mempunyai perubahan dalam pikirannya mengenai Kristus. Janganlah kita menilai Kristus menurut ukuran manusia, sama seperti dunia menilai Dia.

Ada di dalam Kristus, berarti dipersatukan dengan Kristus. Pada sat kita bertobat dan beriman kepada Kristus, lalu mengundang Dia masuk dalam hati kita sebagai Juruselamat kita, pada saat itu kita berada di dalam Kristus. Itulah yang dimaksud dengan dilahirkan kembali oleh pekerjaan Roh Kudus dan dengan demikian kita mengalami perubahan hidup yang besar sehingga kita merupakan ciptaan baru.

"Yg lama sudah berlalu" Yaitu kecintaan akan dosa, pikiran lama, prinsip lama dan kebiasaan2 lama.

"Yg baru sudah datang" Yaitu yg baru dalam hati, pikiran perangai, maksud dan tujuan. (Yoh 3 : 3-7 ; Gal 6:15 ; Kol 1 : 23 ). Baru dalam pandangan terhadap Allah dan Kristus Yesus, terhadap dunia sekarang dan yg akan datang, juga kepada manusia (2 Korintus 5:16-17).

3. PELAYANAN P.I. ADALAH SUATU KEHORMATAN

"Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami" (2 Kor 5 : 19b)

Sebagaimana Allah mai berdamai dengan kita, demikianlah kita harus mempunyai kemauan untuk berdamai dengan Allah. Rencana pendamaian itu yang dibuat Allah tidak memperhitungkan pelanggaran yang dibuat manusia. (Rm 5 : 18 _ 6 : 2 ). Dan sekarang Ia telah mempercayakan kita pelayanan pendamaian itu. Dengan kata lain, memberitakan InjilNya. Oleh karena kita sudah terlebih dahulu mengalami pelayanan pendamaian itu yang kemudian memberitakannya kepada semua orang yang belum mengenal Kasih Karunia Allah.

Kehidupan orang2 percaya yg sudah diperdamaikan dgn Allah hidupnya harus dipersembahkan kpd Kristus, yg telah mati bagi kita. Sama seperti Yesus tidak hidup bagi dirinya sendiri. "Tidak hidup utk dirinya sendiri", artinya tidak mencari kesenangan, kepentingan, kemuliaan bagi dirinya sendiri.

"Tetapi, untuk Dia" artinya mencari kemuliaan bagi namaNya. Seluruh waktu, talenta, kekuatan, kepandaian dan hidup, semuanya untuk Dia. Kemudian Kristus melepaskan kita dari kematian kekal dan kebangkitanNya mendatangkan hidup kekal yang merupakan inti dari Pemberitaan Injil yang perlu disampaikan kepada semua orang.

Kristus yang mati di kayu salib, yang tak mengenal dosa di dalam diriNya dijadikan dosa untuk kita yang tidak mempunyai kebenaran di dalam diri kita, dijadikan benar oleh Allah di dalam Dia. Sehingga setiap orang yang percaya, memperoleh jaminan hidup yang kekal.

Dengan demikian kita yang percaya kepadaNya dibenarkan di hadapan Allah Bapa, karena Yesus Kristus dengan kehendakNya sendiri dijadikan dosa sebagai ganti kita. Itulah isi inti Pemberitaan Injil yang harus disampaikan ke seluruh dunia.

Tidak ada komentar: