Minggu, 16 Mei 2010

“It’s the Time”

KPR. 12-14,..Mereka semua bertekun dengan sehati dalam doa bersama-sama…” Tuhan Yesus, telah menghilang di balik awan dari pandangan para murid. Meskipun demikian pandangan mereka tetap tertuju pada awan yg menghalangi pandangan mereka. Tiba2 2 malaikat menegur mereka! Kemudia mereka kembali ke Yerusalem sesuai dengan apa yg telah diminta Tuhan Yesus bagi mereka. Ditengah penantian yg tidak menentu, Alkitab mencatat bahwa mereka terus berdoa dengan tekun. Ditengah doa itu juga mereka meminta kepada komunitas, agar menambahkan seorang dari 11 murid yg tinggal (1;21-22). Akhirnya mereka membuang undi untuk hal itu!

 Banyak pesan, banyak pengajaran, namun tidak banyak pengalaman utk sebuah komunitas baru (ORPER), itu sebabnya utk menentukan siapa yg akan mengganti Yudas ditentukan dgn cara mengundi. Mereka belum memiliki AD/ART, apalagi TAGER, belum sempet sidang sinode. (Mereka baru menikmati berkat persekutuan). Yohanes mencatat dalam suratnya yg pertama 1 Yoh.1:3; Ibrani 2:11, berkata: “Sebab Ia yg menguduskan dan mrk yg dikuduskan, mereka semua berasal dari SATU; itulah sebabnya Yesus tidak malu menyebut mereka saudara.”

TINGKAT-TINGKAT KEDEWASAAN ROHANI,

 Tentu saja gereja adalah ikatan persaudaraan; kita semua saudara bagi Kristus dan anak-anak bagi Allah Bapa. Selain daripada itu itu juga kita adalah sebuah keluarga, dan dalam keluarga ini, kita dipanggil untuk saling menggenapi peran2 tertentu.

 Sebagian saudara sudah dewasa secara rohani, dan sebagian masih sangat muda dalam iman. Ada pertumbuhan rohani yg HARUS kita kejar, dari bayi menjadi anak2, menjadi dewasa, dan akhirnya menjadi dewasa penuh sebagai bapa-bapa. Rasul Yohanes menggunakan 4 istilah Yunani dalam 1 Yoh. 2:12-14 Pertama: “Teknion”, artinya bayi; Ke-dua, “Paidon” artinya seorang anak yg belum dewasa; Ke-tiga, “Neanikos”, seorang muda di bawah 40 thn; dan Ke-empat, “Pater”, seorang ayah. Terminology ini memberi kita suatu gambaran tentang berbagai tingkatan kedewasaan dan pertumbuhan rohani (1 Kor. 3:1-3; 1 Pet. 2:2). Sasaran kedewasaan bukan hanya sampai kesatuan iman Efs.4:13, tetapi puncaknya kepenuhan Yesus Kristus, Rm.8:29.

JADI, SIAPAKAH YG DEWASA? (Bgmn kita menentukan siapa dewasa secara rohani?)

 Orang yg sudah lama menjadi Kristen?

 Orang yg memiliki pengetahuan yg luas ttg Alkitab, atau memiliki kebijakan yg bersifat doktrin dan mampu berkhotbah dengan baik itu menunjukan kedewasaan?

 Apakah org yg memiliki karunia-karunia Roh menandakan kedewasaan rohani? Tak satupun dari yg disebutkan itu merupakan penanda dari kedewasaan rohani!!!

KEDEWASAAN ROHANI ADALAH KEDEWASAAN HUBUNGAN

"Tidak ada kedewasaan tanpa hubungan!"
HANYA, ada satu hal yg akhirnya menjadi ukuran EFEKTIF kedewasaan rohani seseorang, yaitu: BGMN cara ia berjalan dengan orang2 percaya yg lain, terutama dengan para pemimpin yg ada diatasnya di dalam Tuhan (Ini soal OTORITAS). 1 Tim. 3.

 Jika, kedewasaan rohani merupakan kedewasaan HUBUNGAN, maka sebaik apa hubungan kita dengan Tuhan menentukan sebaik itu hubungan kita dgn sesama. Mari kita tingkatkan hungan kita di dalam Tuhan yg penuh kasih itu. Amin!

Tidak ada komentar: