Jumat, 21 Mei 2010

Percayalah Pada Tuhan

Yesaya 26:3
Yang hatinya teguh Kau jagai dengan damai sejahtera, sebab kepadaMulah ia percaya.

Kita semua pernah menghadapi kekecewaan dari waktu ke waktu. Tidak peduli seberapa pun besarnya iman atau seberapa pun baiknya Anda, cepat atau lambat, sesuatu (atau seseorang!) akan mengguncangkan iman Anda sampai ke dasar-dasarnya. Itu mungkin sesuatu yang sederhana, seperti tidak mendapatkan promosi yang benar-benar Anda harapkan; atau tidak memperoleh kesempatan mendapatkan pinjaman untuk membeli rumah yang Anda benar-benar inginkan. Atau, sesuatu yang lebih serius lagi - hubungan pernikahan yang hancur, kematian seseorang yang dikasihi, atau sesuatu penyakit yang melemahkan dan tidak dapat disembuhkan. Apapun itu, kekecewaan itu mempunyai potensi untuk melemahkan Anda dan menghancurkan iman anda. Itulah sebabnya sangat penting bagi Anda untuk mengenali kekecewaan-kekecewaan itu terlebih dahulu, belajarlah bagaimana tetap berada di jalur yang benar dan menanganinya saat semua itu datang.

Seringkali, mengalahkan kekecewaan dan melepaskan masa lalu merupakan dua hal yang sama, khususnya jika Anda kecewa pada diri sendiri. Saat Anda melakukan sesuatu yang salah, jangan terus memegang kekecewaan itu dan menyakiti diri sendiri karena hal itu. Akuilah itu, mintalah pengampunan, dan lanjutkanlah kehidupan. Segeralah melepaskan kesalahan-kesalahan dan kegagalan-kegagalan Anda, rasa sakit, penderitaan dan dosa-dosa Anda.

Kekecewaan-kekecewaan yang paling mengganggu kita biasanya adalah yang disebabkan oleh orang lain. Banyak individu yang telah disakiti oleh orang lain sedang kehilangan berkat-berkat baru dalam kehidupan mereka karena mereka terus-menerus membuka kembali luka-luka lama. Tetapi tidak perduli apapun yang telah kita lalui, tidak peduli betapapun tidak adilnya itu, atau betapapun besarnya kekecewaan kita, kita harus membebaskan dan melepaskannya.

Seseorang mungkin telah meninggalkan Anda. Seseorang mungkin telah melakukan kesalahan sangat besar kepada Anda. Anda mungkin sudah berdoa supaya kehidupan seseorang yang dikasihi diselamatkan, tetapi orang yang Anda kasihi itu meninggal. Serahkanlah itu kepada Tuhan dan lanjutkanlah kehidupan Anda. Alkitab berkata, "Hal-hal rahasia adalah milik Tuhan" (Ulangan 29:29). Tinggalkanlah semua itu.

Kekecewaan-kekecewaan hampir selalu disertai kemunduran. Saat Anda menderita kerugian, tak seorang pun mengharapkan Anda menjadi sebongkah batu karang yang tak tertembus atau sebuah pulau yang tak dapat diakses. Bahkan Tuhan tidak mengharapkan Anda begitu tegarnya sehingga Anda hanya mengabaikan kekecewaan-kekecewaan dalam kehidupan, dengan memandang remeh semua itu seolah-olah Anda dapat menahan rasa sakit. Tidak, saat kita mengalami kegagalan atau kerugian, adalah normal jika kita merasa menyesal atau sedih. Itulah cara Tuhan menciptakan kita. Jika Anda kehilangan pekerjaan Anda, kemungkinan besar Anda akan mengalami kekecewaan yang hebat. Jika Anda sedang mengalami hubungan yang hancur, itu akan menyakitkan. Jika Anda pernah kehilangan seorang yang Anda kasihi, ada saatnya untuk berkabung, ada saatnya untuk bersedih. Itu memang normal dan memang demikian.

Tetapi jika Anda masih berkabung dan merasa sedih karena kekecewaan yang terjadi setahun atau beberapa tahun yang lalu, ada yang salah! Anda sedang menghalangi masa depan Anda. Anda harus membuat suatu keputusan bahwa Anda akan terus melanjutkan kehidupan Anda. Itu tidak terjadi secara otomatis. Anda harus bangkit dan berkata, "Aku tidak peduli betapapun sukarnya ini, aku tidak akan membiarkan hal ini merugikanku."

Musuh sedang menipu kita supaya kita tenggelam dalam rasa mengasihani diri sendiri, resah, menyesali diri sendiri, atau terbeban. "Mengapa ini terjadi padaku?". "Tuhan pasti tidak mengasihiku. Ia tidak menjawab doa-doaku." "Mengapa pernikahanku berakhir dengan perceraian?" "Mengapa aku kehilangan orang yang kukasihi?"

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu mungkin sah, dan mungkin bahkan membantu kita untuk merenung selama beberapa waktu. Tetapi setelah itu, berhentilah membuang waktu Anda dengan berusaha mencari tahu sesuatu yang Anda tidak dapat ubah. Inilah saatnya untuk maju dan mulailah menjalani kehidupan terbaik Anda sekarang.
by:jawaban.com (pst.suhartono)

Tidak ada komentar: